|
Misi
Perusahaan :
Melalukan Usaha bidang ketenaga-listrikan dan
mengembangkan usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah
industri dan niaga yang sehat, guna menjamin keberadaan dan
pengembangan Perusahaan dalam jangka panjang.
Visi
Perusahaan :
Menjadi Perusahaan
publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan. |
UMUM
PT.
PLN (Persero) sebagai pengelola dibidang kelistrikan harus mampu
melayani beban yang semakin pesat secara optimal disamping
mengusahakan peningkatan kemampuan system pembangkitan, penyaluran
dan pendistribusian.
PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya adalah
merupakan Unit Bisnis Pembangkitan dari PT. Indonesia Power yaitu
salah satu dari anak perusahaan PLN (persero).
Di pulau Jawa ada 2 (dua) anak perusahaan yang membangkitkan
tenaga listrik yaitu :
PT.
Indonesia Power terdiri atas 8 (delapan) Unit Bisnis pembangkitan
dan 1 (satu) unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.
Unit Pembangkitan Suralaya adalah Unit Bisnis Pembangkitan
terbesar di Indonesia.
Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya menangani 7 unit PLTU dengan
bahan bakar batubara sebagai bahan bakar utamanya.
Unit 1 s/d 4 masing-masing mempunyai kapasitas 400 MW dan unit 5
s/d 7 masing-masing 600 MW sehingga U.P.Pembangkitan Suralaya
menangani PLTU batubara dengan kapasitas total 3400 MW.
RIWAYAT BERDIRINYA PLTU SURALAYA
Pada waktu terjadinya krisis energi yang melanda dunia tahun 1973 dan pada saat itu terjadi embargo minyak oleh negara-negara Arab terhadapa Amerika Serikat dan negara-negara Industri lainnya dan disusul keputusan OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak) untuk menaikan BBM lima kali lipat. Belajar dari pengalaman maka Pemerintah mencari sumber energi pengganti BBM Pemerintah menyadari akan ketergantungan pada BBM serta gas alam dan uranium yang akan habis 40-80 tahun lagi salah satu jalan yang ditempuh adalah pengalihan kepada batubara.
Dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan akan tenaga listrik khususnya di pulau Jawa sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah serta untuk meningkatkan pemanfaatan sumber eneri primer dan diversifikasi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik, maka PLTU Suralaya dibangun dengan menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama yang merupakan sumber energi primer kelima disamping energi air, minyak bumi dan panas bumi.
PLTU Suralaya pembangunannya dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yang seluruhnya berjumlah 7
unit :
- Tahap I = 2x400 MW beroperasi tahun 1984
- Tahap II = 2x400 MW beroperasi tahun 1989
- Tahap III = 3x600 MW beroperasi tahun 1997
Dalam pembangunannya secara keseluruhan dibangun oleh PLN Proyek Induk Pembangkit Therma Jawa Barat dan Jakarta Raya dengan Konsultan asing dari Montreal Engeneering Company (Monenco) Canada untuk unit 1s/d 4 sedangkan untuk unit 5s/d7 dari
Black & Veatch International ( BVI ) Amerika Serikat. Dalammelaksanakan pembangunan Proyek PLTU Suralaya dibantu oleh beberapa kontraktor lokal dan kontraktor asing.
|
|
LOKASI
PLTU SURALAYA
PLTU Suralaya terletak di desa Suralaya Merak Kotamadya Cilegon, Jawa Barat 7 Km kearah utara dari Pelabuhan Penyeberangan Merak.
Luas lahan yang digunakan untuk membangun PLTU Suralaya berikut sarana dan fasilitas penunjang lainnya adalah 240,65 hektar. Lahan yang dipergunakan untuk PLTU Suralaya merupakan lembah yang dikelilingi oleh bukit/hutan
lindung.
Sebelumnya ada 4 (empat) lokasi alternatip yang dipilih untuk lokasi PLTU dengan bahan bakar utamanya batubara yaitu
:
1. Cigading, Anyer
2. Suralaya, Merak
3. Gorenjang, Balaraja
4. Tanjung Pasir, Tangerang.
Dari hasil studi kelayakan, suralaya telah dipilih sebagai lokasi
yang paling baik, karena adanya beberapa factor sebagai berikut:
-
Tersedianya
tanah dataran yang cukup luas dimana tanah tersebut dipandang
tidak produktif untuk pertanian.
-
Tersedianya
pantai dan laut yang cukup dalam, tenang dan bersih, hal ini
baik untuk pelabuhan dan air pendingin.
-
Adanya
factor item 2 tersebut diatas, maka akan membantu/memperlancar
pengangkutan peralatan berat dan bahan bakar.
-
Jalan
masuk lokasi tidak terlalu jauh dan sebelumnya sudah ada jalan
namum belum begitu baik.
-
Jumlah
penduduk disekitar lokasi masih relatip sedikit sehingga tidak
perlu pembebasan penduduk guna pemasangan saluran transmisi.
-
Tanah
yang memungkinkan untuk didirikan bangunan yang besar dan
bertingkat.
-
Tersedianya
tempat yang cukup untuk penimbunan limbah abu dari sisa
pembakaran batubara.
-
Tersedianya
tenaga kerja yang cukup memperlancar pelaksanaan pembangunan.
-
Dampak
lingkunganya baik karena terletak diantara perbukitan dan
laut.
Menimbang data monitoring beban listrik se- Indonesia, bahwa kebutuhan akan tenaga listrik di pulau Jawa merupakan yang terbesar, maka tepat apabila dibangun pembangkit yang besar di Pulau Jawa.
>>>
LAYOUT
PLTU SURALAYA
|